One Day at Singapore [Johor - Singapura] #2

Setelah tidur hanya sekitar 3 jam an, kami pun bangun dan bersiap-siap untuk memulai petualangan sehari di negeri singa. Sebelum berangkat saya membeli dulu sendal jepit di mini market hotel. Saya tidak terlalu suka memakai sepatu dan, sendal yang saya bawa dari Indonesia tertinggal di dalam koper di Kepong sana. Harga sendal jepitnya cukup murah, cuma RM 2 saja!

Oh iya, ada kejadian yang cukup menghebohkan lagi. Andi, kehilangan Paspornya!!! Kami semua panik, semua tas dibongkar,  tapi tetap tidak ketemu. Jarang-jarangnya Andi teledor gini, biasanya kalo bukan saya ya Dini yag suka lupa ato kehilangan sesuatu. Kami sih curiganya Paspor andi jatuh saat pengecekan tiket di atas bis tadi malam. Jadi bergegaslah kami menuju terminal. Semoga bis nya belum pergi dan paspornya ketemu. Kalau tidak, bisa gagal nih rencana!

Dari penginapan kami jalan kaki menuju terminal Larkin, karena jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar sepuluh menitan. Ya, itung-itung melihat suasana pagi disana dan latihan kaki sebelum seharian di Singapura. Andi masih dengan muka merengutnya karena stress kehilangan paspor. Sesampainya di terminal, langsung kami mencari bus tadi malam. Alhamdulillah, bus nya masih ada. Dan Syukurnya lagi paspornya ketemu! Yeay!

Suasana Terminal Larkin - Johor (sumber: nst.com.my)
 
Untuk menuju Singapura, kita harus naik bus SBS Transit 170 berwarna merah. Ada juga bus lain, Causaway, berwarna kuning. Saat menunggu berkali-kali bus datang dari Singapura, tapi setiap kami mau naik, sopirnya mengusur dan melarang kami naik. Lha piye iki?! Ternyata ada seorang yang memberi tahu, kalau mau ke naik bus 170, tunggu dipanggil dulu baru naik. Ternyata benar, saat bus 170 yang kosong datang, sang supir memanggil dan ramai orang-orang naik ke sana.

Bus SBS Transit (ungu) dan Causeway (kuning)

Harga tiket bus 170 RM 2, ingat kita haru membayar dengan uang pas, sekali lagi UANG PAS! Krena baru pertama kali, dan tidak punya pecahan 2 ringgit, dngan pedenya saya masukkan uang RM 5 saya ke mesin. Ternyata tidak ada kembalian sama sekali, dan sopirnya bilang saya RUGI! Huft.

Dari terminal bus membawa kita menuju kantor imigrasi. Jaraknya sekitar 10 - 15 menit. Sesampainya disana, kita harus turun dan masuk ke gedung. Sama seperti di bandara sebelumnya, ada beberapa konter untuk pengecapan paspor. Setelah paspor di cap, kita turun dan menaiki kembali bus 170. Tidak penting bus nya sama dengan yang sebelumnya atau tidak. Yang penting sama-sama bus 170. Ohiya, tiket yang tadi jangan sampai hilang, karena akan ditanya saat kita di kantor imigrasi. Saya ingatkan karena tiketnya kecil sekali, jadi mudah hilang bagi orang yang teledor seperti saya.

Perjalanan lanjut menyebrangi selat Johor, hebatnya antara Johor dan Singapura sudah terhubung dengan jembatan. jadi tidak terasa seperti perjalanan keluar negerinya. Memasuki Singapura, kita harus turun lagi ke kantor imigrasi Singapura, kalau tidak salah namanya Woodland Checkpoint. Sebelum kita menuju konter pengecapan paspor, pastikan kita sudah mengisi White Card terlebih dahulu. Letaknya di sebelah kanan dari pintu masuk. Isi semua isian yang ada di kartu tersebut. 

Gedung Woodland Checkpoint dari kejauan (sumber: therealsingapore.com)
 Kejadian unik, kembali terjadi pada kami. Entah karena lupa mengisi kartu putih itu sebelumnya, atau karena tampilan kami yang seperti TKI. Para petugas disana memperhatikan kami. Saat mengisi white card, mereka mondar-mandir dibelakang kami. Lalu meminta kami untuk mengikuti mereka karena baru pertama kali masuk ke Singapura.

Di dalam kantornya, ternyata bukan kamin sendiri yang bermasalah, ada beberapa orang yang sedang menunggu disana. Kami menunggu cukup lama, hingga akhirnyasatu-persatudari kami dipanggil kedalam. Saat nama saya dipanggil, salah seorang petuasnya melihat saya dengan merendahkan (atau mungkin perasaan saya saja?). Ia melihat saya ke arah kakisaya yang hanya menggunakan senal jepit. Hello, namanya juga mau liburan, yaa gaya sesuka gue donk!

Di dalam, saya ditanya-tanya seputar tujuan saya datang ke Sigapura, berapa banyak membawa uang, dan memberitahu kalau nanti saya akan di beri pertanyaan sambil di cekl dengan alat lie detector. Sebenarnya saya sedikit kesal dengan perlakuan ini, cuma karena ini prosedur keamana, jadi ya saya coba mengerti pekerjaan mereka.

Pertanyaan-pertanyaan saat di ruang lie detector cukup membuat saya cekikian. Pertama karena pertanyaannya dalam bahasa melayu yang cukup lucu bagi saya. Misalkan, "Apakah kamu pernah berbuat keganasan?", yang maksudnya apakah anda pernah berbuat terorisme? Pertanyaan yang paling membuat saya tidak tahan ingin tertawa adalah, "Apakah anda pernah mencuri dari majikan?". Nah, ternyata benar dugaan saya, kami dikira TKI yang mau kabur dari Malaysia ke Singapura.

Akhirnya, selesai juga urusan keimgrasian. Urusan di kantor imigrasi memakan waktu yang cukup lama, hampir dua jam. Kebanyakan sih karena menunggu. Jadi, niatkan awal sampai Singapura pagi, jadinya siang deh. 

Dari imigrasi, kita naik bus 170 lagi menuju stasiun Krenji. Disanalah semua penumpang asal Johor diturunkan. Akhirnya sampai juga. Mari kita mulai petualangan!!

Comments

Popular posts from this blog

Klaim Asuransi Smartphone by Tec-Protec

Trip Ke Hanoi #3 : Halo, Ha Long Bay

[Snack Time!] Mony Jelly Jus